Shinkansen terbaru, Hayabusa, berkelir putih-hijau yang diluncurkan dengan gegap-gempita pada Sabtu (5/11/2011 ), untuk sementara tak beroperasi. Japan Railway (JR) East perusahaan kereta api yang masuk Fortune 500, menemukan kerusakan rel di jalur Sendai-Morioka, paska gempa dan tsunami besar hari Jumat lalu .
Sementara Bandara Sendai, bandara dengan dua landasan pacu atau runway, yang mulai dioperasikan tahun 1943, porak-poranda. Sebanyak 2.200 orang sempat terisolasi di terminal Bandara Sendai. Pesawat-pesawat diwartakan diombang-ambingkan tsunami hingga ke pekarangan warga.
Belum lagi, ada kerusakan infrastruktur energi seperti Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Serta kerusakan berbagai fasilitas publik, yang bila anda sudah pernah ke Jepang, bakal tahu betapa humanisnya fasilitas-fasilitas itu, sehingga pastinya sangat mahal.
Estimasi dari Jefferies International Ltd, kerugian akibat gempa mencapai 10 miliar dollar Amerika, sekitar Rp 87 triliun. Tentu, itu kerugian sementara . Ketika tanggap darurat usai, prediksi kebutuhan dana untuk pemulihan baru akan diungkapkan . Angkanya pasti luar biasa fantastis, dengan banyak deretan angka.
Sekedar pembanding, kerugian akibat Gempa Kobe, Januari 1995 mencapai 100 miliar dollar Amerika, sekitar Rp 870 triliun. Itu dulu 16 tahun lalu, bagaimana dengan hari ini, ketika inflasi dan harga barang sudah berlipat-lipat ganda dibanding tahun 1995?
0 komentar:
Posting Komentar